Semarang – Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Semarang (Unimus) kembali menghadirkan kegiatan akademik berkualitas melalui penyelenggaraan Kuliah Umum Deseminasi Kajian Fiskal Regional Triwulan III Tahun 2025 bekerja sama dengan Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Kementerian Keuangan Jawa Tengah. Mengusung tema “Nongki Fiskal: Ngulik APBN dengan Cara Asik”, kegiatan ini digelar pada Kamis, 11 Desember 2025, bertempat di Ruang Amphiteather 103, Gedung Kuliah Bersama (GKB) 3 Lantai 1 Unimus.
Dekan FEB Unimus Tekankan Pentingnya Sinergi Perguruan Tinggi dan Pemerintah.

Acara dibuka secara resmi oleh Dekan FEB Unimus, Dr. Andwiani Sinarasri, S.E., M.Si., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi berkelanjutan antara FEB Unimus dan DJPb Jateng. Beliau menegaskan bahwa sinergi ini menjadi langkah strategis untuk menghadirkan pembelajaran yang tidak hanya teoritis, tetapi juga aplikatif dan relevan dengan dinamika ekonomi nasional.
“Kerja sama ini memberi kesempatan bagi mahasiswa untuk memahami kebijakan fiskal secara langsung dari para praktisi yang berada di garda depan pengelolaan keuangan negara. Harapannya, wawasan mahasiswa akan semakin komprehensif dan berdaya guna bagi pengembangan kompetensi mereka,” ujarnya.


Narasumber dari DJPb Jateng Kupas Tuntas Perkembangan Fiskal Regional

Kuliah umum menghadirkan dua narasumber utama dari DJPb Provinsi Jawa Tengah:
Bayu Andy Prasetya, Kepala Kanwil DJPb Provinsi Jawa Tengah
Mahfud, Kepala Bidang Pembinaan Pelaksanaan Anggaran II
Dalam pemaparannya, para narasumber menyajikan gambaran menyeluruh mengenai perkembangan fiskal regional, mulai dari kinerja pendapatan dan belanja negara, tren ekonomi daerah, hingga analisis strategis mengenai bagaimana APBN berperan sebagai instrumen stabilisasi, alokasi, dan distribusi dalam mendukung pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Materi dikemas dengan pendekatan komunikatif dan interaktif, membuat mahasiswa dapat memahami isu-isu fiskal yang kompleks dengan cara yang lebih santai namun tetap substansial—selaras dengan tema “Nongki Fiskal”.
Mahasiswa Antusias: Interaktif, Komunikatif, dan Edukatif
Selama kegiatan berlangsung, antusiasme mahasiswa terlihat sangat tinggi. Banyak peserta yang aktif mengajukan pertanyaan, berdiskusi dengan narasumber, hingga memberikan pandangan terkait isu fiskal di daerah. Keterlibatan aktif tersebut menunjukkan bahwa mahasiswa FEB Unimus memiliki minat kuat untuk memperdalam pemahaman mengenai kebijakan fiskal dan keuangan negara.
Suasana kuliah umum yang santai namun edukatif membuat kegiatan ini berjalan dinamis. Interaksi dua arah yang terbangun semakin memperkaya proses belajar bagi seluruh peserta.
Perkuat Kompetensi Mahasiswa di Bidang Ekonomi dan Keuangan Negara
Melalui penyelenggaraan kuliah umum ini, FEB Unimus berharap mahasiswa tidak hanya memahami teori kebijakan fiskal, tetapi juga mampu melihat implementasi nyata APBN dalam mendukung pembangunan daerah. Pengetahuan ini diharapkan dapat memperkuat kompetensi akademik maupun praktis mahasiswa, terutama bagi mereka yang bercita-cita berkarier di bidang ekonomi, keuangan, maupun sektor publik.

